PETIK LAUT LAMPON

Standard

Lampon Sea Offering

 

Petik laut Lampon dilaksanakan pertama kali sekitar tahun 1927.  Namun pelaksanaannya terbatas dalam skala kecil. Karena pada tahun tersebut merupakan waktu dibukanya wilayah pesanggaran dengan adanya surat izin berstempel “Cap Singa”. Tradisi Petik Laut Lampon ini diteruskan hingga kini dan diadakan setiap tanggal 1 Syuro. Dalam upacara ini dilakukan tirakatan. Pada awalnya tirakatan disertai mesu broto (tidak makan, tidak minum, tidak merokok, tidak bicara). Seiring perkembangan zaman tirakatan diganti berupa doa bersama, meskipun cara lama juga dilakukan oleh orang-orang tertentu. Maksud dan tujuan dari acara ini adalah agar masyarakat (terutama nelayan) dijauhkan dari musibah, malapetaka, fitnah, serta diberi ketentraman dan kemudahan rejeki (dalam bahasa Jawa diungkapkan dengan istilah: supoyo adho bilaine, cepak rejekine, slamet tak sobo prane, guyup rukun bebrayane, gampang anggone, luruh sandang pangane, kalis sakabih samba kala). Ungkapan syukur dilakukan dengan sesaji untuk Penguasa Laut Selatan Mbok Ratu Mas dan sebagainya. Dalam setiap Petik Laut Lampon, berbagai seni daerah dipentaskan, terutama wayang kulit.

Tempat                                : Pantai Lampon, Kecamtan Pesanggran

Hari, tanggal       :Selasa, 5 November 2013

 

 

LAMPON SEA OFFERING CEREMONY

Lampon Sea Offering was organized for the first time in 1927. However this activity was not as big as today, because Pesanggaran area was just opened which is signed by the “lion head stamp“. Lampoon sea offering tradition has been a routine activity then, and it is organized every the first of Suro. In the night before this ceremony the people do mesu broto (without drinking, eating, smoking nor speaking) people just pray together. Only few people do the old way. The purpose of this ceremony is in order that fisherman  are kept away from misfortune, peaceful life in Javanese is stated: supoyo adoh bilaine, cepak rejekine, slamet tak sobo parane, guyub rukun bebrayne, gampang anggone, luru sandang pangan, kalis sakabehe sambikala. The expression of gratitude to god is done by giving sesaji—a kind of offering ritual—to the one authority f south sea, Mbok Ratu Mas, etc

Place                     : Lampoon Beach, Sub District Of Pesanggaran

Time                      : Tuesday, November 5, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s